REVIEW |
Definisi | Gangguan inflamasi saluran napas yang berkaitan dengan reaksi alergi (hipersensitivitas tipe 1 / tipe cepat) sehingga menimbulkan gejala episodik berulang. Termasuk dalam penyakit paru tipe obstruktif namun reversibel (tidak seperti PPOK yang irreversibel) Nilai normal spirometri (baca penjelasan spirometri disini) FVC : > 80% FEV1 : > 80% FEV1/FVC : > 70%
Pada penyakit obstruksi (baik PPOK maupun asma), maka FVC normal, untuk FEV1 dan FEV1/FVC yang turun |
Klasifikasi Asma Stabil |
Contoh : seorang pasien asmanya kambuh 4x dalam seminggu dan gejala dimalam hari muncul 3x/minggu, artinya dari kekambuhan 4x/minggu (Persisten Ringan) dan gejala malamnya 3x/minggu (Persisten Sedang), ambil kondisi terburuknya, artinya pasien Persisten Sedang |
Tanda | |
Penunjang | Spirometri (kondisi stabil, setting di poli), hasil spirometri FEV1 post bronkodilator (sesudah) dibandingkan FEV1 pre bronkodilator (sebelum), peningkatannya > 12% (reversibel) Eosinofil : meningkat X Foto Thorax : tampak normal Peak Flow Metri : aruc puncak ekspirasi (APE) atau peak expiratory flow (PEF) < 200L/menit atau < 80% nilai normal tandanya ada obstruksi
|
Obat MART | Symbicort inhaler yang berisi : Seretide diskus yang berisi : |
Klasifikasi Serangan Asma (Derajat Serangan) | |
EDUKASI |

| |
TATALAKSANA |
Dewasa / anak usia > 12 tahun | Obat Pulang GINA TRACK 1 (Kombinasi Derajat Klasifikasi PDPI dengan Tangga Terapi GINA) Intermiten (Step 1-2 : MART bila perlu saat sesak saja) Persisten ringan (Step 1-2 : MART bila perlu saat sesak saja) Persisten sedang (Step 3 : MART dosis rendah tiap hari) Persisten berat (Step 4 : MART dosis menengah tiap hari) Step 5 (+ add on LAMA + Px.Fenotipik) jika tidak terkontrol dengan MART MART = Maintenance And Reliever Therapy yaitu ICS + LABA [contoh : inhaler kombinasi formoterol (LABA) 4,5mcg + budesonide (ICS) 160mcg, dikenal dengan merek symbicort] Dosis rendah budesonide : 200 - 400 mcg Dosis menengah budesonide : 400 - 800 mcg Dosis tinggi budesonide : > 800 mcg
**Pasien juga dapat diresepkan salbutamol inhaler sebagai reliever ketika terjadi serangan asma, walaupun sudah menggunakan MART, tapi serangan asma masih dapat terjadi sehingga perlu SABA (salbutamol) |
Dewasa | Tatalaksana di IGD (serangan asma ringan-sedang) - Nebulizer beta2 agonis (SABA) → salbutamol 3,0 mg (bekerja pada sistem saraf simpatis) kombinasi dengan antagonis muskarinik (SAMA) / antikolinergik → ipratropium bromida 0,5 mg (bekerja pada sistem saraf parasimpatis)
- Oksigen, target saturasi 93%-95%
- Kortikosteroid oral (selama 3 hari): prednison 40mg atau metilprednisolone 32mg (jika tidak membaik dengan nebulizer SABA+SAMA)
- Untuk kortikosteroid dosis tinggi seperti diatas, harus dalam pengawasan (rawat inap) dan perlu tapering off, jika pasien rawat jalan gunakan dosis biasa methylprednisolone 3 x 4mg
**Untuk kortikosteroid dapat dikonsumsi dalam "single daily dose" seperti tertulis diatas atau dapat dikonsumsi dalam dosis terbagi "divided dose" menjadi per 12 jam (contoh: methylprednisolone 20mg pagi dan 12mg malam, total 32mg/hari yang terbagi dalam 2 dosis)
Tatalaksana di IGD (serangan asma berat) - Nebulizer beta2 agonis (SABA) → salbutamol 3,0 mg (bekerja pada sistem saraf simpatis) kombinasi dengan antagonis muskarinik (SAMA) / antikolinergik → ipratropium bromida 0,5 mg (bekerja pada sistem saraf parasimpatis)
- Oksigen, target saturasi 93%-95%
- Kortikosteroid intravena : metilprednisolone vial 125mg (ambil 1/2 vial yaitu 62,5mg)
- Pemberian ICS dosis tinggi : budesonide 1mg/2ml
- Pertimbangkan pemberian magnesium intravena (konsul spesialis)
** Untuk nebulizer dapat diulang setelah pemberian selama 20 menit, jika dalam proses evaluasi kondisi belum membaik, pengulangan maksimal 3 kali, sambil tetap memantau efek dari beta agonis (takikardi dan tremor) Contoh Penulisan Resep (nebulizer)
R/ salbutamol 3mg/2,5ml nebule vial no.III S i.m.m _______________________
R/ ipatropium bromide 0,5mg/2,5ml nebule vial no.III S i.m.m _______________________
R/ budesonide 1mg/2ml nebule vial no.III S i.m.m _______________________
Contoh Penulisan Resep (MDI / Inhaler)
R/ salbutamol 100mcg inhaler no.I S 4 dd puff II prn sesak _______________________
|
Sediaan | - Salbutamol respul 2,5mg/2,5ml, inhaler 0,1 mg/puff, tab 2 mg, syr 2mg/5ml
- ipratropium bromida respul 0,5mg/2,5ml
- Formoterol inhaler 4,5 mcg/puff
- Salmeterol inhaler 50 mcg/puff
- Fluticasone inhaler 100 mcg/puff
- Budesonide respul 1mg/2ml, inhaler 160 mcg/puff
- Methylprednisolone tab 4mg, tab 8mg, tab 16mg, vial 125mg (pelarut 2cc)
|
Hitung Dosis | Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ] |