NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Sengatan Listrik

Sengatan Listrik

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini] 

REVIEW

Definisi

Cedera tersengat listrik terjadi akibat sengatan arus listrik yang melewati tubuh. Manifestasi klinis cedera tersengat listrik dapat beragam, mulai dari luka bakar ringan hingga kegagalan organ multipel, bahkan kematian. Cedera tersengat listrik juga sering terjadi sebagai bahaya akibat kerja/occupational hazard


Arus listrik terdapat 2 macam, yaitu aliran bolak-balik/ alternating current (AC), misalnya pada peralatan elektronik rumah tangga, atau aliran searah/ direct current (DC), yang berasal dari baterai, jalur kereta api, atau petir. Tegangan tinggi, yaitu di atas 1000 Volt (V) biasa berasal dari peralatan elektronik industri. Tegangan rendah, yaitu di bawah 1000 V biasa berasal dari alat-alat elektronik rumah tangga atau perkantoran

Pada cedera tersengat listrik tegangan tinggi AC, biasa pasien tidak kehilangan kesadaran, tetapi disertai dengan luka bakar yang berat. Pada pasien dengan riwayat tersengat listrik yang kemudian terlempar, biasa disebabkan oleh DC. Biasanya pasien tidak kehilangan kesadaran, sehingga dapat menjawab anamnesis dengan baik

Gejala dan Tanda

  • Luka bakar ringan : luka bakar tampak paling berat pada area masuk dan keluar aliran listrik. Luka bakar paling sering ditemui pada tangan, kepala, dan kaki. Lama waktu kontak dan besarnya tegangan memengaruhi luas serta keparahan luka. Seluruh luka bakar perlu diperiksa dan dicatat dengan baik, jika memungkinkan, ambil foto

  • Aritmia : aritmia dapat terjadi beberapa jam setelah tersengat listrik, dan sebagian besar derajatnya ringan. Namun, henti jantung juga dapat terjadi, misalnya akibat asistol karena DC, atau fibrilasi ventrikel karena AC. Fibrilasi ventrikel merupakan jenis aritmia yang paling berbahaya

  • Henti napas : jika aliran listrik melewati toraks, maka mungkin terjadi paralisis otot dinding pernapasan yang mengakibatkan henti napas. Paru-paru merupakan konduktor yang buruk sehingga tidak rentan untuk mengalami cedera langsung dibanding organ lain yang resistansinya lebih rendah. Namun, terdapat laporan terjadi pneumothorax setelah cedera tersengat listrik

Penunjang

  • EKG 

  • Pemeriksaan darah lengkap

  • Pemeriksaan elektrolit

  • Urinalisis 

  • Rontgen thorax 

EDUKASI

Untuk membantu mencegah luka bakar listrik di rumah, tindakan pencegahan berikut harus dilakukan:

  • Letakkan penutup pengaman anak di semua outlet listrik.

  • Jauhkan kabel listrik dari jangkauan anak-anak.

  • Ikuti petunjuk saat menggunakan peralatan listrik.

  • Hindari menggunakan peralatan listrik di kamar mandi atau bak mandi.

TATALAKSANA


  • Lakukan penatalaksanaan awal/primary survey sesuai panduan advanced trauma life support (ATLS). Lakukan stabilisasi jalan napas/airway, pernapasan/breathing, dan sirkulasi/circulation

  • Stabilisasi jalan napas dan pemberian oksigen dapat diberikan untuk pasien hipoksia, luka bakar pada wajah, gangguan kesadaran, dan distres pernapasan. Tindakan intubasi mungkin diperlukan pada pasien dengan luka bakar pada wajah atau leher yang berisiko mengalami edema jalan napas

  • Pertimbangkan pemasangan cervical support berdasarkan mekanisme trauma dan hasil pemeriksaan neurologis. Primary survey juga perlu menilai kemungkinan terjadinya pneumothorax, peritonitis, atau fraktur pelvis

  • Pemasangan infus perlu dilakukan pada seluruh pasien cedera tersengat listrik. Lakukan resusitasi cairan pada pasien dengan tanda-tanda hemodinamik tidak stabil, dengan target urine output 0,5 mL/kg/jam, atau 1 mL/kg/jam jika didapatkan mioglobinuria - @obat.pedia -

  • Pemeriksaan irama jantung dengan elektrokardiogram (EKG) harus dilakukan di awal pada semua pasien cedera tersengat listrik, baik cedera akibat tegangan tinggi, misalnya akibat alat-alat industri, ataupun rendah, yang biasa disebabkan karena alat elektronik rumah tangga

  • Konsul spesialis


Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp