Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
REVIEW |
Definisi | Peritonitis adalah infeksi intra-abdominal atau kontaminasi bakteri di rongga peritoneum. Peritonitis dapat diklasifikasikan sesuai dengan etiologinya menjadi peritonitis primer, sekunder, tersier, dan abses intraperitoneal
Klasifikasi peritonitis Peritonitis primer adalah peritonitis yang disebabkan oleh infeksi yang tersebar melalui penyebaran hematogen Peritonitis sekunder adalah peritonitis yang disebabkan oleh adanya perforasi organ berongga di abdomen
Biasanya inflamasi pada peritoneum disebabkan oleh perforasi apendisitis, perforasi tukak lambung, perforasi tifus abdominalis |
Gejala dan Tanda | Saat awal timbul, nyeri seringkali tumpul dan tidak terlokalisir, kemudian akan berkembang menjadi nyeri yang terus-menerus, berat, dan terlokalisir. Nyeri dapat dirasakan memberat dengan pergerakan abdomen seperti saat batuk, menggerakan panggul, dan jika ditekan Demam Defans muscular → perut papan disertai dengan nyeri tekan Bising usus / peristaltik menurun Rectal toucher (RT) → sphincter ani lemah, ampula recti collapse
|
Penunjang |


|
EDUKASI |

| |
TATALAKSANA |
| Oksigen nasal kanul 3L/ menit Infus NaCl 0,9% fluid challenge 2-4 ml/ KgBB dalam 10 menit dilanjutkan loading 1-2L Pasang NGT Pasang DC catheter Pasien puasa Konsul Sp.B Dengan pengobatan yang benar, pasien dengan peritonitis primer dapat bereaksi terhadap terapi dalam waktu 72 jam. Peritonitis primer jarang memerlukan tindakan pembedahan Peritonitis Sekunder Tata laksana kontrol sumber infeksi melalui tindakan pembedahan dan pemberian antibiotik yang sesuai dapat mengurangi angka mortalitas hingga sekitar 5-6%. Bila sumber infeksi tidak terkontrol, angka mortalitas pasien dapat mencapai 40% Tujuan pembedahan pada peritontis sekunder : Mengeliminasi sumber kontaminasi Mengurangi inokulum bakteri Menghindari peritonitis rekuren atau persisten
Pada peritonitis sekunder yang seringkali disebabkan oleh infeksi dari organ peritoneum yang ruptur, maka diperlukan tatalaksana pembedahan. Terapi yang efektif memerlukan tata laksana pada sumber infeksi seperti mengangkat atau membetulkan kembali organ yang terinfeksi, serta debridemen jaringan yang nekrotik
|
| Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ] |
Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]