Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
REVIEW |
Definisi | Perdarahan postpartum atau postpartum hemorrhage (PPH) adalah perdarahan >500 mL dari jalan lahir pada persalinan spontan pervaginam, setelah kala III selesai atau setelah plasenta lahir
Primer : Terjadi dalam 24 pertama (atonia uteri, robekan jalan lahir, dan sisa sebagian plasenta) setelah persalinan Sekunder : perdarahan pervaginam yang lebih banyak dari normal antara 24 jam hingga 12 minggu setelah persalinan (sisa plasenta)
Secara global, penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, yaitu 94% dari kematian ibu. Perdarahan postpartum disebabkan oleh gangguan pada 4T (tonus, tissue, trauma, dan thrombin). Penyebab PPH yang paling sering adalah atonia uteri, diikuti dengan retensio plasenta, sisa plasenta, laserasi jalan lahir, dan gangguan pembekuan darah atau faktor koagulasi |
Gejala | |
Tanda | Tanda- tanda syok : Pucat akral dingin nadi cepat tekanan darah rendah
|
Penunjang | Darah rutin Golongan darah PT dan APTT
|
EDUKASI |

| Pasien dalam kondisi gawat serta harus segera dilakukan penanganan dan dirujuk ke dokter spesialis obsgyn Prognosis dubia ad bonam, tergantung dari jumlah perdarahan dan kecepatan penatalaksanaan yang dilakukan
|
TATALAKSANA |
| Secara umum → pasang IV line untuk persiapan resusitasi (memperbaiki TTV jika ada tanda syok) Tissue → retensio plasenta → kosongkan vesica urinaria dengan pasang DC → manajemen aktif kala III → bila belum membaik → manual placenta → rujuk Tonus → atonia uteri (tidak ada tonus otot) → oksitosin 20 IU IV drip dalam infus NS 1L → sebanyak 500 mL dalam 10 menit, kemudian selanjutnya 250 mL setiap jam → kompresi bimanual bila belum membaik → rujuk - @obat.pedia - Tonus → inversio uteri → reposisi → rujuk (histerektomi) Trauma → robekan jalan lahir → jahit Trombin → cek faktor pembekuan
|
| Rujuk Sp.OG |
| Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ] |
Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]