Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
REVIEW |
Definisi | Eklamsia didefinisikan sebagai kejang tonik klonik umum onset baru pada wanita hamil dengan preeklamsia. Kejang eklamsia terjadi saat usia kehamilan > 20 minggu, antepartum, intrapartum, dan postpartum. Eklamsia merupakan komplikasi dari preeklamsia, terutama jika tidak ditangani dengan baik
Hingga saat ini, etiologi eklamsia masih belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi telah diusulkan sebagai etiologi preeklamsia/eklamsia, antara lain predisposisi genetik, invasi trofoblastik abnormal, kelainan koagulasi, dan kerusakan endotel vaskular. Beberapa kondisi komorbid, seperti obesitas, diabetes gestasional, dan lupus eritematosus sistemik juga dipertimbangkan sebagai faktor risikonya |
Gejala dan Tanda | Gejala pre eklampsia : TD ≥ 140/90 mmHg Protein urin ≥ +1 Edem tungkai Nyeri kepala hebat Gangguan pengelihatan Muntah- muntah Nyeri ulu hati
|
Penunjang | |
EDUKASI |

| |
TATALAKSANA |
| Amankan ABC O2 4-6 L/menit Pasang DC Posisikan pasien dalam posisi left lateral decubitus. Posisi ini dapat mencegah aspirasi dan obstruksi atau penekanan pada vena kava oleh janin yang dapat meningkatkan uterine blood flow - @obat.pedia - Magnesium sulfat merupakan obat lini pertama sebagai antikonvulsan pada kejang eklamsia. Dosis inisial sebesar 4 gram (10 ml MgSO4 40% dilarutkan dalam 10 ml aquades) diberikan secara perlahan dalam 20 menit → Selanjutnya, dosis rumatan 1 – 2 gram per jam diberikan secara kontinu. Pemberian magnesium sulfat harus dilanjutkan setidaknya hingga 24 jam setelah kejang terakhir atau setelah persalinan. Obat ini harus diberikan dengan perhatian khusus karena dapat menyebabkan toksisitas, kelumpuhan saluran napas, depresi sistem saraf pusat, dan henti jantung. Pemantauan refleks, kadar kreatinin, dan urine output penting dilakukan selama pemberian magnesium sulfat - @obat.pedia - Turunkan tekanan darah → Dosis awal nifedipine adalah 10 mg peroral, dapat ditingkatkan menjadi 20 mg. Nifedipine dapat diulangi hingga 2 kali pemberian dengan jeda 30 menit apabila tekanan darah sistolik masih di atash 160 mmHg atau diastolik masih di atas 110 mmHg. Tekanan darah sistolik harus di bawah 150 mmHg dan diastolik harus di bawah 100 mmHg dalam 2 kali pemeriksaan dengan jeda 4 jam. Penurunan tekanan darah tidak boleh terlalu drastis karena dapat menyebabkan perfusi uteroplasental yang inadekuat dan gangguan pada fetus. Kontrol tekanan darah postpartum juga penting karena risiko eklamsia masih tinggi selama 48 jam setelah persalinan - @obat.pedia - Rujuk Sp.OG
|
| Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ] |
Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]