REVIEW |
Definisi | Hipertensi esensial adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik > 140 mmHg atau diastolik > 90 mmHg pada pasien dewasa yang diperiksa pada kondisi istirahat, disebut juga hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya
HT grade III disebut juga Krisis Hipertensi, terdapat 2 jenis krisis hipertensi yaitu urgensi dan emergensi |
Gejala | - Lihat PF di OSCE Guide Kulaih Pagi [ Klik Disini ]
- Umumnya tidak ada keluhan, namun bisa juga ditemukan keluhan berikut :
- Nyeri kepala
- Gelisah
- Leher kaku
Tidak ada manifestasi klinis dibawah ini: SKRINING HMOD - Otak : nyeri kepala hebat, muntah proyektil, bicara pelo, kelemahan anggota gerak dan mati rasa, penurunan kesadaran, kaku kuduk (stroke hemoragik subarachnoid), kejang
- Mata : hasil funduscopy retinopati hipertensi grade III atau grade IV [ lihat retinopati hipertensi ]
- Jantung : nyeri dada, sesak, S3 gallop, JVP meningkat, ronchi basah, pitting edem
- Ginjal : Oliguria, anuria, kencing warna merah/seperti teh, edem perifer, sesak
|
Penunjang | - Cara Pemeriksaan Tekanan Darah
- Istirahat 5 menit sebelum pengukuran tekanan darah
- Tidak makan, minum, merokok, 30 menit sebelum pengukuran tekanan darah
- Hindari teh dan kopi (minuman yang mengandung kafein)
- Kedua kaki menapak lantai
- Tangan membentuk sudut siku-siku, kemudian diletakkan di meja datar sejajar dengan tensimeter
- Punggung bersandar pada kursi
- Tidak bicara saat pengukuran tekanan darah
- Pastikan tidak menahan kencing
- Harus rileks
- Pasang manset cuff diatas fossa cubiti, sejajar dengan jantung
- Dapat ditambah dengan pemeriksaan
|
EDUKASI DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) |

| - Batasi konsumsi garam
- Maksimal 1 sendok teh (sendok kecil) garam per hari, rata-rata menurunkan tekanan darah sistolik 2 mmHg
- Modifikasi diet
- Makan sayur (timun, seledri) dan buah, produk rendah lemak jenuh seperti ikan dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 5 mmHg
- Jangan konsumsi alkohol dan rokok
- Stop konsumsi alkohol dan rokok, rata-rata menurunkan tekanan darah sistolik 4 mmHg
- Target IMT normal
- Tiap penurunan berat badan 10 Kg maka tekanan darah sistolik akan turun rata-rata 5 - 10 mmHg
- Turunkan berat badan 2 Kg dalam 1 bulan dengan cara : makan malam sebelum jam 18.00, stop minuman/makanan manis, batasi cemilan tidak sehat dan selalu lihat komposisi (kandungan kalori, garam dan gula) jika suka makan cemilan
- Lakukan olahraga ringan
- Aktivitas fisik aerobik yang teratur seperti jalan cepat (bukan lari), cukup 30 menit sehari, lakukan setiap hari dalam seminggu, rata-rata akan menurunkan tekanan darah 5 mmHg
- Mengelola Stres, latihan relaksasi dan tidur yang cukup
- Pasien dalam kondisi stres dapat mempengaruhi heart rate (menjadi takikardi), hal ini akan berhubungan dengan peningkatan cardiac output ( CO = heart rate x stroke volume). Kita ketahui bahwa tekanan darah berbanding lurus dengan dengan nilai cardiac output dan juga total peripheral resistance (vasokonstriksi yang berhubungan dengan RAAS)
|
TATALAKSANA |
| Pasien tekanan darah "normal tinggi" saat periksa pertama kali ke dokter, apa yang harus dilakukan ? - Konfirmasi dengan HBPM (Home Blood Pressure Monitoring) di Rumah atau ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring) : selalu catat waktu dan hasil pengukuran tensi untuk dilaporkan saat kontrol ke dokter
- Kontrol ke dokter dan laporkan hasil HBPM / ABPM, jika white coat hypertension tersingkirkan, lanjutkan skrining target organ damage :
- Lakukan ABPI (Ankle Brachial Pressure Index) untuk skrining adakah PAD (Peripheral Arterial Disease)
- Lakukan EKG untuk melihat adakah hipertrofi ventirkel
- Kirim ke lab untuk cek eGFR, ureum, kreatinin dan protein urin
- Edukasi perihal : konsumsi garam, diet, rokok, alkohol, IMT, pengelolaan stres, olahraga
- Rutin kontrol ke klinik 1 bulan sekali, cek HBPM setiap hari di Rumah dan catat hasilnya untuk lapor saat kontrol
Pasien tekanan darah "hipertensi stage 1" saat periksa pertama kali ke dokter, apa yang harus dilakukan ?- Konfirmasi dengan HBPM (Home Blood Pressure Monitoring) di Rumah atau ABPM (Ambulatory Blood Pressure Monitoring) : selalu catat waktu dan hasil pengukuran tensi untuk dilaporkan saat kontrol ke dokter
- Kontrol ke dokter dan laporkan hasil HBPM / ABPM, jika white coat hypertension tersingkirkan, lanjutkan skrining target organ damage :
- Lakukan ABPI (Ankle Brachial Pressure Index) untuk skrining adakah PAD (Peripheral Arterial Disease)
- Lakukan EKG untuk melihat adakah hipertrofi ventirkel
- Kirim ke lab untuk cek eGFR, ureum, kreatinin dan protein urin
- Terapi HT stage 1 tanpa HMOD/tanpa komplikasi: ACEi/ARB + CCB/Diuretik
- Edukasi perihal : konsumsi garam, diet, rokok, alkohol, IMT, pengelolaan stres, olahraga
- Rutin kontrol ke klinik 1 bulan sekali, cek HBPM setiap hari di Rumah dan catat hasilnya untuk lapor saat kontrol
* Target tekanan darah (dalam waktu 24 jam) - Adanya penyulit (DM, CKD), berapapun usianya, target TD adalah → < 140/90 mmHg
- Tidak adanya penyulit (tidak ada DM, tidak ada CKD)
- Usia < 60 tahun → < 140/90 mmHg
- Usia > 60 tahun → < 150/90 mmHg
* Golongan obat anti hipertensi (lihat bagan hexagon untuk melihat kombinasi obat yang diperbolehkan, scroll kebawah) - ACEi → captopril 2 s/d 3 x 12,5 PO (maks 3 x 50 mg)
- ARB → candesartan 1 x 8 mg PO
- Beta blocker
- Selektif beta 1 → bisoprolol 1 x 5 mg PO (maks 1 x 20 mg)
- Jangan berikan beta blocker pada kasus acute heart failure (ada ronchi saat pemeriksaan paru), berikan saat sudah CHF stabil (kondisi non akut)
- Jangan berikan beta blocker pada pasien dengan kondisi AV block, asma, syok kardiogenik
- CCB
- DHP → amlodipine 1 x 5 mg PO (maks 1 x 10 mg)
- CCB (DHP) relatif membuat takikardi
- Diuretik (perhatikan urin output)
- Thiazid → hydrochlorothiazide 1 x 25 mg PO (pagi hari)
- Loop → furosemide 1 x 40 mg atau 1 x 80 mg PO (pagi hari)
- Antagonis aldosteron → spironolactone 1 x 25 mg PO (pagi hari)
Contoh Penulisan Resep Kombinasi 2 Obat (Dewasa)
R/ furosemide 40mg tab no.XIV S 1 dd tab I p.c (pagi) ___________________________
R/ amlodipine 5mg tab no.XIV S 1 dd tab I p.c (malam) ___________________________
|
Kombinasi | 

Baca efek samping, indikasi khusus dan kontraindikasi obat HT dibawah gambar heksagon (scroll kebawah) |
Keterangan Tambahan | Efek Samping - ACEi : batuk, hiperkalemi
- ARB : hiperkalemi (jarang)
- CCB (DHP) : edem perifer, sakit kepala
- CCB (non DHP) : konstipasi (verapamil), sakit kepala (diltiazem)
- Diuretik : sering BAK, hiperglikemi, hiperlipidemia, hiperurisemia, disfungsi seksual
- Beta blocker : lemas, bronkospasme (beta blocker non selektif : propanolol, labetalol), hiperglikemi, disfungsi seksual
Pilihan Obat Hipertensi (dengan kondisi khusus) - CKD : ACEi/ARB
- Diabetes : ACEi/ARB, CCB, Diuretik
- CHF : ACEi/ARB, Beta blocker, Diuretik, Aldosteron Antagonis (spironolakton)
- CAD : ACEi, CCB, Beta blocker, Diuretik
- Kehamilan : Nifedipine
Kontraindikasi - Thiazid : Gout Arthritis
- Beta blocker : Asma, AV Block derajat II / III, CHF on acute, syok kardiogenik
- CCB (DHP) : Takiaritmia
- CCB (non DHP) : AV Block derajat II / III
- ACEi maupun ARB : Kehamilan, Hiperkalemi, Renal Stenosis Bilateral
- Antagonist Aldosteron (Spironolakton) : Hiperkalemia, GFR < 30ml/menit
|
Sediaan | Captopril tab 12,5 mg , tab 25 mg Candesartan tab 8 mg, tab 16 mg Bisoprolol tab 2,5 mg, tab 5 mg Amlodipine tab 5 mg, tab 10 mg Nifedipine caps short acting 10 mg Hydrochlorothiazide tab 25 mg Furosemide tab 40 mg Spironolactone tab 25 mg, tab 50 mg, tab 100 mg
|
| Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ] |