NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue

Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini] 

REVIEW

Definisi

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, dikenal terdapat serotipe DEN1, DEN2, DEN3 (paling banyak di Indonesia), dan DEN4. Vektor pembawa virus ini adalah nyamuk A. aegypti

Gejala dan Tanda

  • Demam bifasik akut 2-7 hari
  • KLMNOP
    • Kepala nyeri atau pusing
    • Lemas
    • Mual Muntah
    • Nyeri otot dan sendi (mialgia, artralgia)
    • Retro-Orbital pain
    • Perdarahan spontan 
      • Ptekie (>10 ptekie dalam lingkaran diameter 2,5cm)
      • Epistaksis
      • Gusi berdarah
      • Hematemesis
      • Hematochezia / Melena (tergantung lokasi PSCBA atau PSCBB)
  • Warning Sign (perlunya pengawasan ekstra, risiko syok)
    • Nyeri perut / nyeri saat abdomen di palpasi
    • Muntah persisten
    • Akumulasi cairan (efusi pleura, ascites, edem palpebra)
    • Penurunan kesadaran
    • Perdarahan (ptekie, epistaksis, gusi berdarah, perdarahan konjungtiva)
    • Peningkatan Ht dengan penurunan trombosit yang cepat
    • Hepatomegali > 2cm

Klasifikasi

  • Dengue Fever / Demam Dengue
    • Hematokrit meningkat 5% - 10% dibandingkan nilai standar

    • Trombositopeni < 150.000 cell/mm³

    • Tidak ada tanda kebocoran plasma 

      • Efusi pleura (-)

      • Ascites (-)

      • Hematokrit meningkat namun tidak signifikan (hanya 5% - 10% dibanding nilai standard)
    • Bisa terjadi manifestasi perdarahan seperti dibawah ini

      • Rumple leed test

      • Ptekie

      • Epistaksis

      • Gusi berdarah

      • Hematemesis

      • Hematochezia / Melena

  • Dengue Hemorrhagic Fever / Demam Berdarah Dengue

    • Grade I (DHF dengan Warning Sign)

      • Rumple leed test positif

      • Tanda kebocoran plasma yaitu hematokrit meningkat > 20% dibandingkan nilai standar

      • Trombositopeni < 100.000 cell/mm³

    • Grade II (DHF dengan Warning Sign)

      • Perdarahan spontan

      • Tanda kebocoran plasma yaitu hematokrit meningkat > 20% dibandingkan nilai standar

      • Trombositopeni < 100.000 cell/mm³

    • Grade III (Severe Dengue / DSS)

      • Perdarahan spontan

      • Nadi lemah

      • Hipotensi

      • Tanda kebocoran plasma yaitu hematokrit meningkat > 20% dibandingkan nilai standar

      • Trombositopeni < 100.000 cell/mm³

      • Akral dingin

      • CRT > 2 detik

      • Produksi urin < 1 ml/KgBB/jam

    • Grade IV (Severe Dengue / DSS)

      • Perdarahan spontan

      • Nadi tidak teraba

      • Tekanan darah tak terukur, sulit dinilai

      • Tanda kebocoran plasma yaitu hematokrit meningkat > 20% dibandingkan nilai standar

      • Trombositopeni < 100.000 cell/mm³

      • Akral dingin

      • Sianosis

      • Pernafasan kussmaul

Penunjang

  • Darah rutin (jika tidak tersedia NS1, IgM maupun IgG, maka cek darah rutin pada demam hari ke 3 dan cek kembali untuk follow up pada demam hari ke 5)

    • Leukosit → menurun / leukopenia 

    • Trombosit → menurun / trombositopenia

    • Hematokrit → meningkat / hemokonsentrasi

  • NS-1 → bisa terdeteksi pada demam hari ke 1 - 3 

  • IgM dan IgG dengue → bisa terdeteksi pada demam hari ke 3 - hari ke 5

  • X foto thorax posisi RLD → efusi pleura

EDUKASI

  • 3M

    • Menguras dan menyikat penampungan air

    • Menutup penampungan air

    • Mengubur barang bekas / mendaur ulang 

  • Plus

    • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

    • Tidur menggunakan kelambu

    • Pelihara ikan pemakan jentik nyamuk dalam setiap penampungan air

    • Tidak menggantung pakaian didalam kamar

    • Menanam tanaman pengusir nyamuk

    • Kerja bakti bersama membersihkan lingkungan

    • Periksa dan perbaiki saluran (selokan) dan talang air → jangan ada air yang menggenang

  • Teknologi

    • Buat jebakan nyamuk alami (berbahan ragi) atau gunakan jebakan nyamuk berbasis lampu UVC khusus yang akan menarik nyamuk, atau bisa menggunakan raket nyamuk

  • Edukasi untuk kondisi saat ini (sudah terinfeksi)

    • Jika pasien rawat jalan

      • Bedrest

      • Asupan cairan harus terjaga, dianjurkan mengkonsumsi minuman elektrolit jika sanggup, namun jika selalu muntah → rawat inap untuk pemberian cairan parenteral → menolak → tanda tangan penolakan

      • Tanda cukup minum adalah BAK tiap 4 jam sekali

      • Awasi warning sign

      • Kontrol setiap hari sampai melewati masa kritis

TATALAKSANA





___

Grup A → bisa rawat jalan

    • Paracetamol 10 mg/KgBB/kali (maksimal 1000 mg/kali) diberikan tiap 6 jam 


___

Grup B : Rawat Inap Karena Kondisi Khusus


  • Usia < 3 tahun → D5 ¼ NS

  • Usia 4 tahun s/d 10 tahun → D5 ½ NS

  • Usia > 10 tahun → RL, RA, Asering (RA digunakan jika SGPT/SGOT pasien meningkat, karena asetat tidak dimetabolisme di hepar)

  • Kebutuhan cairan gunakan rumatan / maintenance → untuk maintenance anak (usia < 17 tahun) → rumus holliday segar (anak obesitas, gunakan berat badan ideal / BBI, untuk hitung kebutuhan cairan)

  • Setiap kenaikan suhu 1⁰C → cairan dinaikkan 12% dari kebutuhan rumatan

  • Paracetamol 10 mg/KgBB/kali (maksimal 1000 mg/kali) diberikan tiap 4 - 6 jam 

  • Jangan berikan aspirin maupun ibuprofen


___

Grup B : Rawat Inap Karena Ada Warning Sign (DHF grade I dan II)

    • Usia < 3 tahun → D5 ¼ NS

    • Usia 4 tahun s/d 10 tahun → D5 ½ NS

    • Usia > 10 tahun → RL, RA, Asering (RA digunakan jika SGPT/SGOT pasien meningkat, karena asetat tidak dimetabolisme di hepar)

    • Paracetamol 10 mg/KgBB/kali (maksimal 1000 mg/kali) diberikan tiap 4 - 6 jam 

    • Jangan berikan aspirin maupun ibuprofen



___

Grup C : Rawat Inap Karena Ada Syok Masih Terkompensasi (DHF Grade III)




___

Grup C : Rawat Inap Karena Ada Syok Hipotensi (DHF Grade IV)




___

Rangkuman Grup C

Sediaan

Paracetamol tab 500 mg, syr 120mg/5ml, drop 100mg/ml, flash infus 1gram/100ml

Hitung Dosis

Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp