NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Subdural Hematom

Subdural Hematom

 

REVIEW

Definisi 

Perdarahan yang terjadi antara lapisan dura dengan arakhnoid, penyebabnya paling sering adalah trauma yang cukup keras sehingga mengakibatkan rupturnya bridging vein. Pasien bisa saja masih dalam kondisi sadar namun beberapa hari/minggu/bulan kemudian terjadi penurunan kesadaran (late onset) karena hematom yang semakin menumpuk di intrakranial dan menekan otak


Gejala

  • Penurunan kesadaran secara perlahan 

  • Kasus post jatuh → tanyakan ini jika pasien sadar (nyeri kepala, pusing, nyeri dada, nyeri perut, mual, sesak nafas)


Tanda

  • GCS turun

  • Muntah

  • Meningeal sign (-)

  • Trias Cushing 

Penunjang

CT Scan Kepala Non Kontras (gold standart)

  • Lesi hiperdens berbentuk bikonkaf / cekung / sabit / crescent / semilunar

  • Midline shifting


EDUKASI


  • Jelaskan kondisi pasien

  • Rawat Inap (ditangani selanjutnya oleh Sp.BS / Sp.S)

TATALAKSANA


Primary Survey (ABCDE)

  • Airway and C-Spine Control

  • Breathing

  • Circulation and Bleeding Control

  • Disability (Neurological Assessment)

    • Refleks Pupil

    • Isokor / anisokor

    • Skor GCS

      • Cedera Kepala Ringan (CKR) : 13 - 15

      • Cedera Kepala Sedang (CKS) : 9 - 12 

      • Cedera Kepala Berat (CKB) : 3 - 8

  • Exposure

    • Jejas

    • Deformitas

    • Krepitasi


Secondary Survey (AMPLE MIST)

  • Allergies → riwayat alergi

  • Medication → riwayat konsumsi obat, terutama antikoagulan atau antiplatelet

  • Past illness and medical history → termasuk riwayat vaksin tetanus

  • Last meal → terakhir makan apa

  • Environment → lokasi kejadian jatuh / trauma → tanah, lumpur, aspal, kubangan air, rawa, got, sawah


  • Mechanism of injury / trauma

  • Injury (tanda) → luka / jejas / fraktur di . . . . .

  • Sign (gejala) → mual, pusing, nyeri

  • Treatment → sudah dilakukan apa saja sebelum dibawa ke RS



Tatalaksana Selanjutnya (sesuai derjat cedera kepala)

  • CKB → wajib rawat inap → ruang perawatan intensif

    • Head up 30 derajat

    • Oksigen nasal kanul 3 lpm

    • Inf RL 20 tpm → jaga TDS tetap > 90 mmHg (batasi cairan jika TDS > 140 mmHg)

    • Inj. piracetam 3 x 3 gram

    • Inj. ceftriaxone 1 x 2 gram

    • Inj. ketorolac 3 x 1 amp

    • Inj. asam traneksamat → 1 gram selama 10 menit, lanjut 1 gram setelah 8 jam atau 3 x 500 mg

    • Infus manitol 20% 250 cc loading, lanjut 6 x 100 cc → dosis awal 1 gram/KgBB dalam 20 - 30 menit (drip cepat), dosis lanjutan diberikan setelah 6 jam dari dosis awal, berikan 0,5 gram/KgBB dalam 20 - 30 menit (drip cepat) bila diperlukan

    • Inj. ondansetron (jika ada muntah)

    • Pasang kateter urin (DC)

    • Konsul ke Sp.BS / Sp.S (skenario di IGD)


  • CKR

    • Inf RL 20 tpm → jaga TDS tetap > 90 mmHg (batasi cairan jika TDS > 140 mmHg)

    • Inj. piracetam 3 x 3 gram

    • Inj. ketorolac 3 x 1 amp

    • Inj. ranitidin 2 x 1 amp

    • Pasang kateter urin (DC)

    • Konsul ke Sp.BS / Sp.S (skenario di IGD)

    • CKR rawat inap 2 x 24 jam jika

      • Ada gangguan orientasi waktu atau tempat

      • Sakit kepala dan muntah

      • Tidak ada pengawas di rumah

      • Letak rumah jauh dan sulit untuk kembali ke RS



* Pemberian asam traneksamat dalam 3 jam awal sejak onset  terjadinya trauma berhubungan dengan menurunnya angka kematian

Indikasi Operatif

  • Kraniotomi → evakuasi hematom oleh Sp.BS

    • Hematom subdural > 10 mm pada titik yang paling tebal

    • Midline shifting > 5 mm

    • GCS < 9 atau penurunan GCS > 2 poin dari saat pertama masuk RS

    • Terdapat pupil anisokor 

    • Refleks pupil negatif

    • TIK > 20 mmHg

Sediaan

Manitol (agen osmolaritas) kolf 50gram/250ml

Ceftriaxone (antibiotik) vial serbuk 1 gram

Piracetam (neuorprotektif) 3gram/15ml

Ketorolac (analgesik) amp 30mg/ml

Asam traneksamat (antifibrinolitik) amp 500mg/5ml

Ondansetron (antiemetik) amp 4mg/2ml

Ranitidine (H2RA) amp 50mg/2ml


Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp