NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Early Insomnia

Early Insomnia

REVIEW

Definisi

Gangguan tidur non organik dibagi menjadi :

  • Disomnia

    • Insomnia

      • Early

      • Middle 

      • Late

    • Hipersomnia

    • Narkolepsi

  • Parasomnia 

    • Somnabulisme

    • Night terror

    • Nightmare


Early insomnia / sleep onset insomnia / initial insomnia adalah kondisi gangguan tidur berupa kesulitan dalam memulai tidur, minimal terjadi 3 kali seminggu selama minimal 1 bulan


Early insomnia sering berkaitan dengan kondisi kecemasan (faktor psikis), namun juga bisa dikarenakan oleh kondisi penyakit fisik dan ada pula yang disebabkan oleh efek withdrawal dari penyalahgunaan napza dan konsumsi alkohol

Faktor predisposisi

  • Sering bekerja dimalam hari

  • Jam kerja tidak stabil

  • Konsumsi cafein berlebihan

Tanda

  • Pemeriksaan fisik dalam batas normal 

EDUKASI


  • Ajarkan sleep hygiene

    • Cuci muka, cuci tangan dan kaki serta sikat gigi sebelum tidur

    • Kondisikan kamar tidur senyaman mungkin

    • Redupkan pencahayaan/matikan lampu

    • Jangan lakukan aktivitas lain di tempat tidur (jangan bermain gadget)

    • Jangan makan mendekati waktu tidur

  • Lakukan relaksasi

  • Olahraga teratur

  • Kontrol diet

  • Terapi kognitif

  • Edukasi sesuai penyebab dan faktor predisposisi 

TATALAKSANA


Pada tatalaksana insomnia sebaiknya mengedepankan terapi non farmakologi, seperti sleep hygiene, relaksasi, terapi kognitif, dan merubah gaya hidup . Terapi farmakologis digunakan dalam jangka waktu yang singkat dan sebagia terapi tambahan untuk terapi non farmakologis


Faktor penyebab insomnia harus betul-betul digali, jika mengarah kepada insomnia akibat gangguan cemas dapat diberikan benzodiazepin → merupakan psikotropika golongan IV yang memiliki efek antianxietas, sedasi, antikonvulsan dan pelemas otot


Golongan benzodiazepin

  • Short acting : alprazolam tab 1 x 0,5 mg PO malam hari selama 7 hari atau

  • Intermediate acting : Lorazepam tab 1 x 0,5 mg PO malam hari selama 7 hari → tetap rujuk ke Sp.KJ (cemas SKDI 3A)


Untuk penggunaan antihistamin yang memiliki efek sedasi, studi terbaru menunjukkan bahwa antihistamin tidak disarankan digunakan untuk tatalaksana insomnia. Hal ini berkaitan dengan toleransinya yang cukup cepat terjadi dan efek samping yang dapat membahayakan 

Sediaan

Alprazolam tab 0,25 mg, tab 0,5 mg, tab 1 mg 

Lorazepam tablet 0,5 mg, 1 mg dan 2 mg,


Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp