NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
GERD

GERD

 Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]

REVIEW

Definisi

Refluks akibat inkompetensi lower esophageal sphincter (LES)

Gejala

  • Rasa panas terbakar di dada, naik ke leher hingga terasa pahit di mulut → muncul biasanya setelah makan dengan porsi besar atau saat posisi tidur, sering terjadi pada malam hari

  • GERD + alarm simptom (red flag) → wajib endoskopi

    • PSCBA (hematemesis melena) atau usia > 60 tahun atau > 1 alarm simptom dibawah ini :

      • Muntah persisten

      • Disfagia berat

      • BB turun

      • Anemia

Penunjang

  • Endoskopi

  • pH metri / bernstein → cek pH esofagus

EDUKASI

  • 2 jam sebelum tidur jangan makan

  • Target IMT normal

  • Tinggikan posisi kepala 15 cm saat tidur

  • Hindari makan sampai terlalu kenyang

  • Jangan minum alkohol, kopi, teh

  • Jangan merokok

  • Jangan konsumsi yang asam (kecut), pedas, santan, panas

  • Batasi konsumsi obat anti nyeri (NSAID) dan kortikosteroid

  • Batasi konsumsi makanan berlemak

  • Makan tepat waktu

  • Makan dengan porsi sedikit namun lebih sering

  • Jangan begadang, cukup istirahat

TATALAKSANA


  • Kuisioner GERD-Q

  • PPI test omeprazole dosis ganda → 2 x 20 mg PO 14 hari

  • Setelah 14 hari → PPI dihentikan → keluhan kembali muncul → positif GERD

  • Lanjutkan terapi PPI omeprazole 1 x 20 mg PO 14 hari → kontrol membaik → lanjut 14 hari lagi → membaik → stop , namun jika tidak membaik setelah terapi diatas (4 minggu)endoskopi

  • Jika setelah terapi diatas (4 minggu) membaik, maka stop, namun jika terjadi relapse (kambuh) → terapi dengan PPI kembali 1 x 20 mg ( selama 2 x 14 hari) → jika ada alarm simptom → endoskopi



* PPI dikosumsi 15 menit sebelum makan

* Second line setelah PPI dapat menggunakan H2RA yaitu ranitidine 2 x 150 mg PO 14 hari

Komplikasi

  • Mallory weiss tear

  • Striktur

  • Barret esofagus → lesi pra kanker

Sediaan

  • PPI (First Line)

    • Omeprazole caps 20 mg

    • Lansoprazole caps 30 mg, tab 30 mg

  • H2RA / AH2 (Second Line)

    • Ranitidine tab 150 mg

    • Antihistamin terbagi menjadi 

      • AH1 gen 1 (sedatif) : CTM

      • AH1 gen 2 (non sedatif) : loratadine, cetirizine

      • AH1 gen 3 (non sedatif) : desloratadine

      • AH2 : ranitidine → receptor histamin 2 berperan dalam sekresi asam lambung, degan obat antihistamin 2 (AH2) seperti ranitidine maka produksi asam lambung akan berkurang 


Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp