NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Filariasis

Filariasis

 Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]

REVIEW

Definisi

Penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria (Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori) yang ditularkan ke manusia melalui perantara gigitan nyamuk (semua nyamuk bisa menjadi perantara)

Gejala dan Tanda 

Manifestasi Akut 

  • Demam 3 - 5 hari

  • Pembengkakan kelenjar getah bening (KGB) didaerah lipatan paha, ketiak, terasa panas dan nyeri 


Manifestasi Kronis

  • Limfedema → tungkai, lengan, mamae, skrotum yang mengalami pembesaran dan terasa panas serta tampak kemerahan 

  • Elephantiasis / kaki gajah → pembesaran tungkai disertai hiperkeratosis dan pertumbuhan nodul

  • Dapat disertai kiluria → bocornya cairan limfe ke urin sehingga urin berwarna putih susu



Penunjang 

  • SADT tebal atau tipis yang diambil sampelnya pada malam hari antara pukul 22.00 - 02.00, dan diberi pewarnaan giemsa

  • Darah rutin → leukositosis


EDUKASI

  • 3M

    • Menguras dan menyikat penampungan air

    • Menutup penampungan air

    • Mengubur barang bekas / mendaur ulang 

  • Plus

    • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

    • Tidur menggunakan kelambu

    • Pelihara ikan pemakan jentik nyamuk dalam setiap penampungan air

    • Tidak menggantung pakaian didalam kamar

    • Menanam tanaman pengusir nyamuk

    • Kerja bakti bersama membersihkan lingkungan

    • Periksa dan perbaiki saluran (selokan) dan talang air → jangan ada air yang menggenang

  • Teknologi

    • Buat jebakan nyamuk alami (berbahan ragi) atau gunakan jebakan nyamuk berbasis lampu UVC khusus yang akan menarik nyamuk

  • Edukasi untuk kondisi saat ini (sudah terinfeksi)

    • Perlunya tindakan operatif → pada kondisi elephantiasis yang sudah sangat mengganggu aktivitas dan pada kasus pembesaran scrotum (hidrokel) serta adanya kiluria

    • Perawatan pada limfedema untuk mencegah infeksi sekunder dan komplikasi

      • Stadium 1 - 2 → jaga kebersihan kulit dengan mencuci dan mengeringkan, elevasi kaki, olahraga, gunakan alas kaki yang nyaman, dukungan psikososial, gunakan bandage pada kaki, memijat kaki

      • Stadium 3 - 7 → sama seperti stadium 1 - 2 namun lakukan lebih sering dan lebih teliti

      • Disertai entry lesion (luka) → deteksi entry lesion, aplikasikan antibiotik krim atau antifungal, jangan menggaruk luka

      • Disertai serangan akut → hindari olahraga dan penggunaan bandage pada kaki, konsumsi analgesik antipiretik, minum banyak air, beri handuk dingin pada kaki → rujuk jika tidak ada perbaikan

TATALAKSANA


  • Pemutusan Mata Rantai Penularan 

    • Program → Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) / Profilaksis → DEC 6 mg/KgBB PO SD + albendazole 400 mg PO SD + paracetamol 10 mg/KgBB → diberikan 1x dalam setahun tiap bulan Oktober (BELKAGA) → selama 5 tahun berturut-turut pada masyarakat yang tinggal di daerah endemis filariasis 

    • Tunda pemberian pada anak < 2 tahun, BB anak < 10 kg, usia > 70 tahun, ibu hamil dan menyusui, pasien gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, penderita filariasis dengan serangan akut, balita marasmus/kwasiorkor, riwayat epilepsi


  • Tatalaksana adekuat pada fase akut sangat penting untuk mencegah terjadinya disabilitas permanen

    • DEC 2 mg/KgBB/kali PO tiap 8 jam sehari selama 12 hari

Sediaan 

  • DEC (diethylcarbamazine) tab 100 mg

  • Albendazole tab 400 mg 

  • Paracetamol tab 500 mg

Patofisiologi



Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Tools Untuk Bantu Kamu Survive Kuliah di FK [Klik Disini]
Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp