NaxaLWR9MaBcNaB4LGpcMqx4yTUfATofA6YbyaV=
Tonsilitis Difteri

Tonsilitis Difteri

 

REVIEW

Etiologi 

Corynaebacterium difteriae

Gejala

  • Demam

  • Sesak

  • Nyeri telan → tidak mau makan karena nyeri

  • Tidur mendengkur (sebelumnya tidak pernah) 

Tanda

  • Lihat PF di OSCE Guide Kulaih Pagi [ Klik Disini ]

  • Respiratory rate meningkat

  • Retraksi supraclavicular, suprasternal, intercostalis

  • Bullneck (+)

  • Tonsil edem, hiperemis

  • Pseudomembran putih kelabu, mudah berdarah jika diangkat


Penunjang

  • Swab tenggorok : bakteri bentuk batang, bentuk seperti halton, tidak berspora


EDUKASI


  • Ini adalah penyakit yang menular → harus dirawat inap di ruang isolasi

  • Berisiko terjadi distres pernapasan (OSAS / Obstructive Sleep Apneu Syndrome)

TATALAKSANA


  • Primary Survey → Stabilisasi ABCDE

  • Tanpa perlu menunggu hasil laboratorium, hasil klinis menunjukkan difteri maka langsung diberikan anti difteri serum (uji kulit terlebih dahulu sebelum IV), Cara pemberian ADS yaitu larutkan dalam larutan garam fisiologis atau 100 ml dextrose 5% lalu disuntikan perlahan dalam 1-2 jam. ADS tidak boleh diberikan pada wanita hamil 

    • Difteri tonsil/laring/faring  : 20.000 - 40.000 IU

    • Difteri nasofaring : 40.000 - 60.000 IU

    • Difteri + penyulit dan atau ditemukan bullneck : 80.000 - 100.000 IU

  • Erythromycin 40-50 mg/KgBB/hari (maks 2 gram/hari), dosis terbagi tiap 6 jam IV atau  PO selama 14 hari 

Sediaan

Erythromycin vial 500 mg, caps 250 mg, tab 500 mg, syr 200mg/5ml

Hitung Dosis

Akses Kalkulator Dosis Pediatri [ Klik Disini ]

Note: Only a member of this blog may post a comment.
Contact Us via Whatsapp